Segalanya
dusta merosakkan hikmah
Sang
mata terus liar bicara
Sang
jiwa belum puas meraja
Nafsu
dirajai bak permaisuri
Menjadi
hina kelam derita
Titik
noda berkala dusta
Membatasi
laluan sinar iman
Kalbu
bak dirasuk kejahilan
Menyentap
jiwa terus tergoda
Angkuh
tanpa rasa kekesalan
Saat
titik rinduNYA hadir
Kala
titisan menyubur kalbu
Yang
sayu kesah keliru
Merasa
diri kerdil hina
Mencari
punca pengharapan
Betapa
kesal putaran masa
Penuh
noda berkala dusta
Bisikan
keinsafan menjadi kekuatan
Menyalakan
harapan tanpa noktah
Mengharap
jalan kebenaranNYA
insaflah setiap waktu
ReplyDelete